Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas

Merdekabola.com – Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas – Daftar Judi Online Bersama dengan Agen Resmi Piala Dunia 2018Bandar Judi Sbobet yang melayani Cara Daftar Sbobet Online terpercaya.

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, bertekad untuk kembali tampil di final Liga Champions. Dia pun siap tampil habis-habisan di semifinal leg 2 melawan AS Monaco, Selasa 9 Mei 2017 atau Rabu dini hari nanti WIB.

Wajar jika Buffon sangat bernafsu tampil kembali di final. Ada misi khusus yang diusungnya andai benar-benar tampil di partai puncak.
Kiper 39 tahun tersebut ternyata ingin menghapus luka di Liga Champions. Ada dua momen final yang begitu menyakitkan bagi Buffon.

Tapi, gol Luis Suarez di menit 68 mengubah jalannya pertandingan. Barca menjadi lebih mudah mengobrak-abrik pertahanan Juve. Puncaknya, Neymar mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time.

Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas

Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas
Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas

 

“Ada sebuah penyesalan dalam final di Berlin. Tapi, saya juga menyimpan sebuah kekecewaan untuk final 2003 lalu. Dua kekalahan ini jadi motivasi terbesar saya,” kata Buffon seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Saat berhadapan dengan AC Milan pada 2003 lalu, kami kalah dalam adu penalti. Itu sangat menyakitkan. Usia saya masih 25 tahun. Saya saat itu masih tenang karena masih bisa memenangkan banyak gelar,” lanjut dia.

Sami Khedira tak kuasa melihat Gianluigi Buffon menangis usai Italia gagal ke Piala Dunia 2018. Dia berjanji membantu Buffon untuk memenangi Liga Champions

Italia gagal merebut tiket ke Piala Dunia 2018 di Rusia setelah kalah agregat 0-1 dari Swedia di babak play-off. Buffon pun tampak menangis saat keluar lapangan dan ketika di wawancarai salah satu media.

Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas

Untuk bermain Live Casino Online dapat dibaca panduan CARA DAFTAR GD88

CARA DAFTAR CASINO

Video Buffon yang menangis saat sesi wawancara itu pun beredar luas. Khedira yang juga melihat tangisan rekannya di Juventus tersebut merasa ikut tersakiti.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya senang. Melihat Buffon menangis itu menyakiti semua orang, Italia, dan non-Italia. Buffon adalah olahragawan hebat, seorang legenda hidup,” ujar Khedira.

“Sekarang saya ikut sedih untuk rekan-rekan setim saya di Juventus dan seluruh Italia: segalanya telah berubah agar menjadi lebih baik, klub-klub berinvestasi dan memainkan sepakbola yang bagus, namun hasil ini merupakan bencana.”

“Maka dari itu, trofi Liga Champions bermakna besar bagi saya. Itu akan menjadi kenikmatan khusus bagi karier saya, bersamaan dengan Piala Dunia 2006. Itu penghargaan, akhir dari perjalanan keras yang dihadapi dengan keberanian, keras kepala, dan usaha gigih,” terang Buffon.

Kegagalan Italia ke Piala Dunia juga sekaligus menandai akhir perjalanan Buffon di laga internasional.

Trofi Liga Champions Untuk Obati Luka Buffon Di Timnas

CARA DAFTAR SBOBET

CARA DAFTAR POKER

Comment :