Sepp Blatter

Sepp Blatter Akui Karirnya Di Bindang Sepakbola Berakhir – Komite Etika FIFA memberikan sanksi kepada Sepp Blatter yang dilarang terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan sepakbola selama delapan tahun sebagai akibat dari dugaan “pembayaran tidak loyal” pada tahun 2011 yang di lakukan nya.

Presiden FIFA Sepp Blatter telah tampaknya menyebutnya berhenti dari hal hal mengenai sepakbola setelah mengungkapkan “Saya sudah selesai pekerjaan saya di sepak bola”.

Sepp Blatter

Komentar Blatter datang setelah ia menegaskan ia akan mengajukan banding nya terhadap sanksi larangan delapan tahun dari sepakbola, suspensi diturunkan oleh Komite Etik FIFA, Senin sebagai hasil dari dugaan “pembayaran tidak loyal” pada tahun 2011.

Rekannya Michel Platini juga menerima larangan delapan tahun setelah dibebaskan dari tuduhan korupsi, meskipun mantan presiden itu tidak bisa menunjukkan “dasar hukum untuk pembayaran yang di lakukan nya”empat tahun lalu.

Blatter pun saat ini menantang berikut putusan, yang ia sebut “tidak adil” sementara mempertanyakan keabsahan putusan di bawah hukum Swiss.

Untuk bermain sbobet bola dan cara membaca pasaran bola (handicap, over/under, correct score, 1×2) dapat dibaca panduan CARA┬áMEMBACA PASARAN┬áSBOBET BOLA

Namun dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal di Zurich, Selasa, presiden keluar mengatakan: “Saya sudah selesai pekerjaan saya di sepak bola.

“Saya kehilangan kepercayaan dalam organisasi ini pada 27 Mei dengan intervensi ini dengan penegak hukum Amerika. Dan pada hari yang sama itu membuat FIFA menjadi layak nya organisasi mafia
“Saya menghabiskan 40 tahun di FIFA. Itu tidak mengganggu saya untuk berbicara tentang masa lalu, karena masa lalu adalah lebih cemerlang bagi saya daripada masa depan.”

Seiring dengan larangan delapan tahun, Blatter didenda 50.000 franc Swiss dibandingkan dengan Platini 80.000.

“Dia sedikit lebih mahal daripada saya,” kata Blatter. “Tapi ini adalah omong kosong. Menurut hukum Swiss, untuk menangguhkan seseorang selama delapan tahun, itu sama kasus jika ana telah melakukan pembunuhan atau perampokan bank.”

Blatter juga menyentil pada tawaran Qatar yang sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, yang telah ternoda oleh tuduhan korupsi.

Amerika Serikat awalnya disukai oleh Blatter dan Platini sampai yang terakhir dilaporkan mereka berubah pikiran dan mendukung Qatar menyusul pertemuan yang diduga dengan Presiden Nicolas Sarkozy dan pejabat Qatar.

Untuk bermain taruhan bla online dapat dibaca panduan CARA MENDAFTAR SBOBET

Comment :