Jonathan-Pandev-640x360

 Naples – Napoli tengah dilanda kekecewaan pasca tersingkir di fase grup Liga Champions lalu. Rafael Benitez pun mengharapkan anak asuhnya bisa meluapkan amarahnya menjadi kemenangan saat menjamu Inter Milan.

Meski menang 2-0 atas Arsenal di laga terakhir Grup F dan mengumpulkan 12 poin, Napoli harus rela turun kasta ke Liga Europa setelah kalah selisih gol dibanding The Gunners dan Borussia Dortmund yang sama-sama lolos ke fase knockout.

Napoli pun jadi tim pertama dalam sejarah kompetisi itu yang mengumpulkan 12 poin tapi tetap gagal melaju dari fase grup. Jelas kekecewaan melanda seluruh pemain tim asal kota Naples.

Belum hilang kekecewaan tersebut, Napoli sudah ditunggu lawan berat lainnya di Seri A akhir pekan ini yakni Inter yang bertandang ke San Paolo. Nerazzurri juga punya misi meraih tiga angka demi menjaga persaingan di papan atas.

Sementara Napoli demikian karena mereka sudah kehilangan angka banyak di beberapa pekan terakhir ketika dua kali kalah beruntun dari Juventus dan Parma serta diimbangi Udinese akhir pekan lalu.

Maka itu Napoli dituntut untuk bisa mengalihkan amarah mereka midweek lalu menjadi suntikan moral demi mengalahkan Inter.

“Aku mengharapkan tim untuk tampil sama di setiap laganya seperti saat melawan Arsenal. Itulah kunci untuk menjadi tim pemenang. Aku ingin melihat intensitas, lebih konsisten dan juga terus menang,” tutur pelatih Napoli, Rafael Benitez, seperti dilansir Football Italia.

“Attitude para pemain mungkin berubah saat melawan Arsenal, tapi secara taktik tetap sama. Tidak mudah mempertahankan tempo seperti itu di Seri A dan kami tidak bisa terus mengandalkan bola-bola panjang,” sambungnya.

“Kami marah karena kami tersingkir di Liga Champions setelah mendapatkan 12 poin dan kami akan membuktikan itu di Seri A,” demikian dia. Naples – Napoli tengah dilanda kekecewaan pasca tersingkir di fase grup Liga Champions lalu. Rafael Benitez pun mengharapkan anak asuhnya bisa meluapkan amarahnya menjadi kemenangan saat menjamu Inter Milan.

Meski menang 2-0 atas Arsenal di laga terakhir Grup F dan mengumpulkan 12 poin, Napoli harus rela turun kasta ke Liga Europa setelah kalah selisih gol dibanding The Gunners dan Borussia Dortmund yang sama-sama lolos ke fase knockout.

Napoli pun jadi tim pertama dalam sejarah kompetisi itu yang mengumpulkan 12 poin tapi tetap gagal melaju dari fase grup. Jelas kekecewaan melanda seluruh pemain tim asal kota Naples.

Belum hilang kekecewaan tersebut, Napoli sudah ditunggu lawan berat lainnya di Seri A akhir pekan ini yakni Inter yang bertandang ke San Paolo. Nerazzurri juga punya misi meraih tiga angka demi menjaga persaingan di papan atas.

Sementara Napoli demikian karena mereka sudah kehilangan angka banyak di beberapa pekan terakhir ketika dua kali kalah beruntun dari Juventus dan Parma serta diimbangi Udinese akhir pekan lalu.

Maka itu Napoli dituntut untuk bisa mengalihkan amarah mereka midweek lalu menjadi suntikan moral demi mengalahkan Inter.

“Aku mengharapkan tim untuk tampil sama di setiap laganya seperti saat melawan Arsenal. Itulah kunci untuk menjadi tim pemenang. Aku ingin melihat intensitas, lebih konsisten dan juga terus menang,” tutur pelatih Napoli, Rafael Benitez, seperti dilansir Football Italia.

“Attitude para pemain mungkin berubah saat melawan Arsenal, tapi secara taktik tetap sama. Tidak mudah mempertahankan tempo seperti itu di Seri A dan kami tidak bisa terus mengandalkan bola-bola panjang,” sambungnya.

“Kami marah karena kami tersingkir di Liga Champions setelah mendapatkan 12 poin dan kami akan membuktikan itu di Seri A,” demikian dia.

 

Agen bola terpercaya | Merdekabet adalah agen Sbobet terpercaya. Dapatkan BONUS 5% setiap deposit.

Agen Casino online | Merdekabet adalah agen 338a terpercaya. DapatkanBONUS 5% setiap deposit.

Comment :