www.merdekabet.com

Merdekabola – Arjen Robben adalah sebuah cerita yang menarik. Ia bisa sangat hebat, begitu dibutuhkan tim, tapi juga bisa menyebalkan lantaran ego yang tinggi saat keasyikan bermain.
Kelemahan Robben yang paling kasat mata ada tiga: rentan cedera, tak punya kaki kanan, dan sering “kemaruk”.

Soal yang pertama, itu bukan hal menarik lagi, sebenarnya. “Orang ini terbuat dari kristal,” sebut fans Real Madrid merujuk pada Robben yang lebih sering menghabiskan waktunya di ruang perawatan Santiago Bernabeu, dari 2007 sampai 2009.

Di waktu-waktu itu, setiap kali Robben ditebas pemain lawan, dan kemudian memegangi lututnya, setiap penonton langsung merasa cemas: “Duh, apakah dia akan cedera lagi? Berapa minggu lagi dia mesti absen?”

Tapi, betapapun dia ringkih, Robben sudah diakui sebagai winger yang luar biasa. Ditaruh di kiri maupun kanan, ia selalu punya gaya: cepat, gerakannya sulit diikuti. Dia pengumpan yang bagus, shooter yang piawai pula. Dia adalah attacking midfielder sejati: bermain di tengah dan mampu mencetak banyak gol –ya gelandang, ya penyerang.

Keunikan terbesar Robben adalah dia seperti tidak punya kaki kanan. Orang ini jelas-jelas dari “haluan” kiri. Tahun lalu ditemukan data bahwa Robben telah membuat 10.000 cutting inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kidalnya. “Gampang ditebak,” tulis Reuters — tapi tetap saja tak mudah untuk dihentikan.

Seorang Johan Cruyff sampai meledek dengan melabeli kaki kanannya “dibikin dari cokelat”. Lembek. Tak efektif. Dicatat Prozone, ia menggunakan kaki kirinya saat bermain sebanyak hampir 80%.

Tapi, jika dengan satu kakinya saja Robben bisa seperti sekarang, maka meminta dia juga bisa menggunakan kaki kanannya adalah sebuah tuntutan yang “tidak tahu diri”. Kalau Robben masih dituntut seperti itu, dia pantas-pantas saja untuk mengutip Kimi Raikkonen: “Leave me alone!”

Pemain Bayern Munich ini tahu betul kemampuannya seperti apa –dan kelasnya di mana. Itulah satu hal yang paling sering dikritik dari dirinya: begitu percaya diri (sekaligus serakah) saat menggiring bola, sehingga lupa (atau tak berkehendak) untuk mengoper kepada rekannya.

Celakanya, harus ada figur-figur yang harus serakah di lapangan. Harus ada yang berani mengambil keputusan (dan spekulasi), supaya bola melesat ke arah gawang lawan. Robben, entah karena perhitungan ataukah ego, terbiasa melakukan hal itu. Selfish yang menyebalkan itu terkadang soal konteks. Jika keserakahan itu menghasilkan gol, orang takkan protes. Tapi kalau kemarukan itu tidak membuahkan apa-apa, barulah orang misuh-misuh: “mestinya dia mengoper!”

 

Tapi tengok statistik Transfermarkt ini: Dari 453 penampilan Robben bersama klub-klubnya (Groningen, PSV Eindhoven, Chelsea, Madrid, dan Bayern), dia telah menghasilkan 149 gol … dan 120 assist!

Hingga usianya berkepala tiga (kini ia 30 tahun), Robben masih bersinar. Yang tidak berubah adalah karakternya yang keras kepala. Robben terbiasa menunjuk-nunjuk wasit, tidak mau tersenyum jika mood-nya sedang jelek. Ia sering terlibat perselisihan di lapangan latihan, seperti dengan “si mungil” Philipp Lahm, Thomas Mueller, dan Frank Ribery. Beberapa hari lalu, dalam sesi latihan timnas Belanda, ia menendang Martins Indi karena kesal lantaran sebelumnya ia ditekel oleh rekan setimnya itu.

Di Piala Eropa 2012 Robben juga menendang papan iklan di pinggir lapangan, dan ngeloyor keluar dari sisi seberang, ketika akan digantikan oleh pelatih Bert van Marwijk. Ia tampak kesal dengan keputusan sang pelatih, ketika Belanda kalah 1-2 dari Jerman di babak grup. Bagusnya ia dimaafkan, karena alasan yang ia buat juga masuk akal: “aku keluar dari sisi itu supaya menghemat waktu!”

Dan Robben tadi malam membuat cerita yang sangat menyenangkan untuk fans Belanda. Dia bermain luar biasa, tetap meliuk-liuk dari sayap dan melakukan cutting inside. Hasilnya, ia mencetak dua gol –dua-duanya dengan kaki kiri– dan Belanda meluluhlantahkan Spanyol 5-1.

Pada momen-momen seperti itu, Robben tentu saja merupakan sosok yang sangat penting buat timnya, dan juga menyenangkan. Simaklah ucapan dia seusai pertandingan, dan itu jauh dari sikap “selfish”.

“Aku harus katakan, aku sangat bangga pada timku. Selalu menyenangkan bisa mencetak sepasang gol. Tapi aku jauh lebih bangga pada tim ini. Aku bangga pada performa kami karena itulah yang paling penting,” ujarnya sambil tersenyum kepada FIFA.com.

 

cara daftar sbobet dapat di klik link Agen Sbobet terpercaya

Agen bola terpercaya | Merdekabet adalah agen Sbobet terpercaya. Dapatkan BONUS 5% setiap deposit. 

Agen Casino online | Merdekabet adalah agen 338a terpercaya. DapatkanBONUS 3% setiap deposit.

Comment :